Sempat unggul melalui gol Harry Kane, kelengahan saat bertahan pada menit akhir babak kedua membuat Kolombia mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan Yerry Mina.
Berakhirnya babak perpanjangan waktu tanpa perubahan skor membuat pertandingan berlanjut hingga adu penalti. Setelah Harry Kane dan Marcus Rashford sukses menjalankan tugas mereka, Jordan Henderson yang maju sebagai penendang ketiga melihat tendangannya digagalkan oleh David Ospina.
Inggris sempat merasa khawatir bahwa kutukan terkait kegagalan saat adu penalti dapat kembali terjadi, tetapi Jordan Pickford menjadi pahlawan dengan menggagalkan tendangan Carlos Bacca. Terkait keberhasilan pemain Everton itu, Henderson mengaku merasa sangat bersyukur.
“Saya sangat berterima kasih kepada Jordan Pickford, dan apapun yang saya katakan tidak akan terasa cukup untuk mengungkapkan rasa syukur saya akan penyelamatan yang dilakukannya. Pickford mengatakan kepada saya bahwa kami dari Sunderland dan harus saling membantu satu sama lain,” ujar Jordan Henderson dalam wawancara yang dikutip dari Sky Sports.
Henderson mengaku bahwa ia merasa sangat takut setelah tendangan penaltinya digagalkan oleh Ospina, tetapi Pickford mampu melakukan yang sama kepada Bacca dan membuka jalan bagi Eric Dier yang kemudian menjadi penentu kelolosan Inggris setelah Mateus Uribe juga gagal melakukan eksekusi dari titk putih.
Walau gagal menjalankan tugasnya, kapten Liverpool itu mengatakan bahwa ia sudah melupakan kejadian itu dan siap untuk kembali maju sebagai eksekutor apabila dipilih oleh Gareth Southgate.
“Saya sudah melupakan kegagalan itu. Mungkin memang tendangan saya berada pada posisi yang pas bagi kiper lawan untuk menggagalkannya, jadi saya sangat bersyukur atas keberhasilan rekan-rekan saya yang lain. Saya siap untuk kembali menjalankan tugas itu tetapi jelas keputusan akhir berada di tangan Garth Southgate sebagai pelatih,” tutup Henderson mengenai kelolosan Inggris melalui adu penalti.
Sumber

